Kesabaran yang Mengangkat Derajat: Kisah Syekh Ar-Rifai, Dari Ujian Rumah Tangga seorang istri yang cerewet hingga Menjadi Wali Qutub


  DAKWAH ISLAM MATAJATIMNEWS.COM

Dalam khazanah tasawuf Islam, nama Ahmad ar‑Rifa'i dikenal sebagai salah satu ulama besar yang memiliki pengaruh luas di dunia. Beliau bukan hanya seorang ahli ilmu agama, tetapi juga tokoh sufi yang dikenal karena kelembutan hati, kerendahan diri, dan kesabaran yang luar biasa dalam menjalani kehidupan.

Syekh Ar-Rifai merupakan pendiri Tarekat Rifa'iyah, sebuah tarekat yang pengikutnya tersebar di berbagai penjuru dunia. Ajarannya menekankan pentingnya akhlak, kesederhanaan, dan kedekatan kepada Allah melalui kesabaran serta keikhlasan.

Namun di balik kemuliaan namanya, terdapat kisah sederhana yang sering diceritakan para murid dan pecinta tasawuf. Kisah ini menggambarkan bagaimana ujian dalam kehidupan sehari-hari justru menjadi jalan menuju derajat spiritual yang tinggi.

Ujian Kesabaran dalam Rumah Tangga

Dikisahkan bahwa dalam kehidupan rumah tangganya, Syekh Ar-Rifai memiliki seorang istri yang dikenal cukup keras dan sering memarahinya. Bahkan dalam beberapa riwayat diceritakan bahwa sang istri kerap memukul atau memaki beliau.

Meski demikian, Syekh Ar-Rifai tidak pernah membalas dengan kemarahan. Sebaliknya, beliau memilih bersabar, diam, dan tetap memperlakukan istrinya dengan baik. Sikap ini membuat banyak muridnya merasa prihatin.

Para santri yang menyaksikan keadaan tersebut merasa tidak tega melihat guru mereka diperlakukan demikian setiap hari. Mereka pun berinisiatif mengumpulkan uang secara patungan.

Setelah beberapa waktu, terkumpullah sekitar 500 dirham, yang rencananya akan diberikan kepada sang guru agar beliau dapat menceraikan istrinya dan hidup lebih tenang.

Mimpi Seorang Murid

Salah seorang murid Syekh Ar-Rifai dikenal sering mengalami mimpi spiritual. Dalam mimpinya, ia melihat gurunya berada di surga. Hal itu tidak hanya terjadi sekali, tetapi sampai tiga kali.

Mimpi tersebut membuat sang murid semakin yakin bahwa gurunya adalah seorang wali besar. Ketika uang hasil patungan para santri telah terkumpul, murid itu pun memberanikan diri menyerahkannya kepada Syekh Ar-Rifai.

Dengan penuh hormat ia berkata bahwa uang tersebut diberikan agar sang guru dapat menceraikan istrinya yang dianggap terlalu keras terhadap beliau.

Jawaban Sang Wali

Mendengar hal tersebut, Syekh Ar-Rifai hanya tersenyum dengan penuh ketenangan. Beliau kemudian bertanya kepada muridnya, untuk apa sebenarnya uang itu diberikan.

Ketika sang murid menjelaskan maksud para santri, Syekh Ar-Rifai menjawab dengan kalimat yang membuat semua muridnya terdiam.

Beliau berkata bahwa jika para murid mengetahui alasan mengapa mereka melihatnya di surga, maka mereka tidak akan meminta dirinya menceraikan istrinya.

Syekh Ar-Rifai menjelaskan bahwa kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian diri saat menghadapi omelan serta perlakuan keras dari istrinya justru menjadi sebab Allah mengangkat derajatnya.

Menurut beliau, ujian itu adalah jalan latihan kesabaran yang diberikan oleh Allah. Dari situlah beliau belajar menundukkan ego, menahan amarah, dan tetap berbuat baik.

Hikmah dari Kisah

Kisah Syekh Ar-Rifai ini menjadi pelajaran berharga dalam dunia tasawuf. Bahwa kedekatan kepada Allah tidak selalu diperoleh melalui ibadah yang tampak besar saja, tetapi juga melalui kesabaran menghadapi ujian dalam kehidupan sehari-hari.

Kesabaran, kerendahan hati, dan keikhlasan dalam menerima takdir menjadi kunci utama bagi para pencari jalan spiritual.

Karena itulah, nama Syekh Ar-Rifai tetap dikenang sebagai salah satu wali besar dalam sejarah Islam. Bukan hanya karena ilmunya yang luas, tetapi juga karena akhlaknya yang lembut serta kesabarannya yang luar biasa dalam menghadapi setiap ujian kehidupan.

Kisah ini sekaligus mengingatkan bahwa terkadang ujian yang paling berat justru menjadi jalan yang mengangkat derajat seseorang di sisi Allah.

Red 

Lebih baru Lebih lama