SURABAYA MATAJATIMNEWS COM
Mobil berpelat merah yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) itu diduga kendaraan dinas milik Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jatim, dengan nomor polisi M 1090 GP.
Ternyata korban merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bangkalan.
Identitas korban adalah inisial RJS (50). Korban diketahui menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemerintah Kabupaten Bangkalan.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, membenarkan identitas korban tersebut. Ia menyebut, korban terakhir kali berangkat bekerja seperti biasa pada Kamis (18/6).
Sebelum berangkat, korban sempat berpamitan kepada anaknya dan menyampaikan kemungkinan baru pulang pada Sabtu (20/6) karena ada agenda rapat. Namun, kata Risang, korban tidak menjelaskan lokasi kegiatan tersebut kepada anggota keluarganya. Iki ujarnya.
Menurut Risang, korban selama ini tinggal bersama anaknya yang sudah dewasa di sebuah perumahan dekat kompleks Pemkab Bangkalan. Sementara suaminya tinggal di Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan, yang berbatasan dengan Kabupaten Sampang, dan saat ini dalam kondisi kurang sehat.
Ia menyebut pertemuan terakhir korban dengan suaminya terjadi pada 4 Juni 2026. Setelah itu komunikasi keluarga masih berjalan normal dan tidak ditemukan adanya persoalan rumah tangga. ungkapnya.
Risang menuturkan pihak keluarga mulai merasa ada kejanggalan setelah korban sulit dihubungi pada Sabtu sore. Padahal pada pagi harinya korban masih sempat berkomunikasi dengan anaknya. jelasnya.
Sebelum menghilang, keluarga juga sempat mengetahui status WhatsApp korban yang menyebut dirinya sedang berada di kawasan Batu atau Malang, Jawa Timur. Namun informasi tersebut tidak pernah disampaikan langsung kepada keluarga maupun suaminya.
Karena tidak kunjung ada kabar, keluarga berupaya melakukan pencarian ke sejumlah kerabat dan kenalan pada Minggu (21/6). Bahkan keluarga telah berencana melapor ke polisi pada Selasa (24/6).
"Awalnya keluarga berencana membuat laporan orang hilang pada Selasa. Namun sebelum laporan dibuat, keluarga sudah menerima kabar bahwa korban ditemukan meninggal dunia," kata Risang.
Mobil yang ditemukan di lokasi penemuan jenazah diketahui merupakan kendaraan dinas yang biasa digunakan korban dalam menjalankan tugasnya sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan.
Hingga kini keluarga masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
Sementara itu General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir mengatakan pihaknya mendukung proses penyelidikan yang dilakukan aparat penegak hukum.ucapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bangkalan, Fauzan Jakfar, menegaskan pihaknya langsung menerjunkan tim khusus ke lokasi kejadian di Sidoarjo guna melakukan verifikasi dan memastikan keabsahan status kendaraan dinas tersebut
Fauzan menambahkan, meski konfirmasi mengenai kepemilikan mobil dinas dari instansi terkait sudah mulai terang, pihak Pemkab Bangkalan hingga kini masih menunggu perkembangan dari kepolisian dan belum mendapatkan data menyeluruh mengenai identitas ataupun penyebab pasti kematian korban perempuan tersebut.
Hasil olah TKP tim inafis Polres Sidoarjo kondisi mayat sudah pembusukan lanjut. Kita juga bisa membedakan itu lebam mayat atau lebam karena kekerasan. Jadi biar nanti dokter saja yang beri kesimpulan,"katanya
tim penyelidik kepolisisan juga berhasil mengumpulkan beberapa barang bukti,diantaranya hp milik korban dan barang-yang dibawa korban masih dalam keadaan utuh.
dan tim juga memeriksa beberapa saksi demi mengungkap motif di balik kematian tragis ini.
Keluarga menaruh harapan besar
"Mudah-mudahan dengan hasil dari barang bukti, Polres Sidoarjo dan bantuan dari pihak bandara,kejadian ini bisa cepat diungkap.
(Crisna)
