JAKARTA||MATAJATIMNEWS.COM
Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) berhasil menorehkan prestasi menonjol dalam kinerja penegakan hukum selama tahun 2025. Dalam evaluasi tahunan Polri, Polda Jatim tercatat sebagai satuan wilayah dengan tingkat penyelesaian perkara tertinggi secara nasional.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Syahardiantono, saat memaparkan Rilis Akhir Tahun 2025 Polri. Ia menyebut capaian penyelesaian perkara Polda Jawa Timur mencapai angka 119 persen, sebuah pencapaian yang melampaui target nasional dan berada di atas rata-rata polda lainnya di Indonesia.
Menurut Syahardiantono, capaian tersebut mencerminkan efektivitas kerja jajaran Polda Jatim yang tidak hanya mampu menuntaskan perkara baru sepanjang tahun berjalan, tetapi juga berhasil menyelesaikan sejumlah kasus sisa dari periode sebelumnya.
Selain Jawa Timur, dua polda lain yang mencatatkan kinerja tinggi dalam penyelesaian perkara adalah Polda Kalimantan Tengah dan Polda Papua. Kedua wilayah tersebut juga membukukan tingkat penyelesaian perkara di atas 100 persen.
Secara nasional, Polri menerima total 325.345 laporan tindak pidana sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, lebih dari 248 ribu perkara berhasil diselesaikan, dengan tingkat penyelesaian perkara secara nasional berada pada kisaran 76 persen.
Kinerja Bareskrim Polri juga dinilai sangat optimal. Dari ratusan perkara yang ditangani sepanjang tahun, hampir seluruhnya dapat diselesaikan hingga tahap akhir penegakan hukum. Hal ini menunjukkan penguatan sistem penanganan perkara di tingkat pusat maupun daerah.
Dalam pemaparannya, Kabareskrim turut menyoroti keberhasilan Polri dalam menangani berbagai jenis kejahatan, mulai dari kejahatan konvensional, kejahatan lintas negara, hingga tindak pidana yang berdampak besar terhadap perekonomian dan aset negara. Untuk kejahatan strategis yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional, tingkat penyelesaiannya dinilai hampir maksimal.
Polri juga menjadikan pemberantasan judi online sebagai salah satu prioritas utama sepanjang 2025. Ratusan kasus berhasil diungkap, ribuan situs perjudian diblokir, serta aset bernilai triliunan rupiah berhasil diamankan.
Di bidang pemberantasan narkotika, puluhan ribu tersangka diamankan dengan barang bukti dalam jumlah signifikan. Selain pendekatan represif, Polri juga menerapkan keadilan restoratif untuk kasus tertentu sebagai bagian dari upaya penegakan hukum yang lebih berimbang dan humanis.
Sementara itu, penanganan perkara korupsi, penyelundupan, kejahatan pertanahan, dan tindak pidana pencucian uang turut menjadi fokus Bareskrim Polri sepanjang tahun. Sejumlah kasus besar dengan dampak luas terhadap keuangan negara berhasil diungkap dan diproses hukum.
Kabareskrim menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi dan kerja keras seluruh jajaran Polri dalam memperkuat penegakan hukum, menjaga stabilitas keamanan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Tapi menurut Andri capaian itu belum sepenuhnya benar karena masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus di selesaikan untuk kepolisian Jawa Timur termasuk terkait Kaum buruh pabrik masih banyak yg tertindas,di indonesia termasuk jawatimur
(MR.M)
