Bantuan MBG Diduga Tak Sesuai Aturan, Ponpes Hidayatul Ulum Sumenep Jadi Sorotan


        MADURA MATAJATIMNEWS COM 

Sumenep, 8 April 2026 — Penyaluran bantuan program MBG (Makanan Bergizi Gratis) di Pondok Pesantren Hidayatul Ulum yang terletak di Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, menuai sorotan. Pasalnya, bantuan tersebut diduga tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, terutama terkait lokasi dapur penyedia makanan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Rabu (08/04/2026), dapur penyedia MBG untuk ponpes tersebut diketahui berada di Desa Pakamban Laok, yang secara administratif berbeda lokasi dengan penerima bantuan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan dari berbagai pihak terkait mekanisme distribusi serta kesesuaian dengan regulasi program.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa dalam pelaksanaan program MBG, terdapat aturan teknis yang mengatur jarak, lokasi dapur, hingga sistem distribusi makanan agar tetap higienis dan tepat sasaran. Namun, dengan ditempatkannya dapur di luar wilayah penerima, dikhawatirkan dapat mempengaruhi kualitas serta efektivitas penyaluran bantuan.

“Kalau memang dapurnya berada di desa lain, tentu harus ada penjelasan resmi apakah hal tersebut sudah sesuai prosedur atau justru melanggar aturan yang ada,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Pihak pengelola Pondok Pesantren Hidayatul Ulum hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut. Begitu pula dengan pihak terkait yang menangani program MBG di wilayah Kabupaten Sumenep, masih belum memberikan klarifikasi atas dugaan ketidaksesuaian tersebut.

Masyarakat berharap adanya transparansi dan pengawasan dari instansi berwenang agar program bantuan pemerintah benar-benar berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat maksimal bagi para santri.

Selain itu, pihak berwenang diharapkan segera melakukan evaluasi dan pengecekan langsung ke lapangan guna memastikan tidak terjadi pelanggaran dalam pelaksanaan program yang bertujuan meningkatkan gizi tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, tim media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang dan akurat.

Red 

Lebih baru Lebih lama