SURABAYA"MATAJATIMNEWS COM
RS Islam Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan melalui program Pendampingan Implementasi Kaizen untuk Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas Layanan dalam Pengendalian Waste. Program ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit membangun budaya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) dengan mengoptimalkan proses pelayanan dan meminimalkan berbagai bentuk pemborosan (waste).
Pelaksanaan program diawali dengan sosialisasi kepada seluruh unit kerja melalui media informasi internal sebagai langkah membangun pemahaman dan partisipasi aktif seluruh pegawai terhadap penerapan budaya Kaizen. Selanjutnya, rumah sakit membentuk Tim Kaizen yang beranggotakan perwakilan dari setiap unit pelayanan dan penunjang untuk mengikuti pelatihan mengenai konsep Lean Healthcare, identifikasi pemborosan, teknik pemecahan masalah, hingga penerapan siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA).
Dalam tahap pendampingan, masing-masing tim melakukan identifikasi terhadap berbagai kendala operasional di unit kerja, mulai dari waktu tunggu pelayanan, proses administrasi yang berulang, koordinasi antarunit, hingga pemanfaatan sumber daya yang belum optimal. Berdasarkan hasil tersebut, setiap tim menyusun dan menerapkan langkah-langkah perbaikan yang sederhana, terukur, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan.
Sebagai bagian dari implementasi, RS Islam Surabaya juga menggelar Workshop Kaizen yang diisi dengan pelatihan dan diskusi interaktif. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman peserta mengenai filosofi Kaizen sekaligus menanamkan pentingnya keterlibatan seluruh pegawai dalam menciptakan pelayanan yang efektif, efisien, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Peserta juga dibekali metode analisis akar masalah serta teknik pengendalian waste yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan kerja.
Setelah satu bulan implementasi, seluruh Tim Kaizen memaparkan hasil inovasi masing-masing dalam kegiatan Kaizen Day. Forum tersebut menjadi wadah berbagi praktik terbaik antarunit sekaligus mengevaluasi efektivitas program. Sejumlah capaian berhasil diraih, di antaranya penyederhanaan alur pelayanan, penurunan waktu tunggu pasien, peningkatan koordinasi antarpetugas, optimalisasi pemanfaatan sumber daya, serta meningkatnya responsivitas pelayanan kepada pasien.
Salah satu inovasi dipresentasikan oleh Instalasi ICU yang berhasil meningkatkan efektivitas komunikasi dengan keluarga pasien, memperkuat koordinasi antarpetugas, serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan bagi pasien kritis. Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepuasan pasien dan keluarga sekaligus memperkuat budaya mutu di lingkungan rumah sakit.
Keberhasilan program juga tercermin dari hasil evaluasi peserta. Rata-rata tingkat pengetahuan mengenai Kaizen meningkat dari 63,8 persen sebelum pelatihan menjadi 89,3 persen setelah pelatihan, atau naik 25,5 poin (39,97 persen). Berdasarkan hasil analisis statistik menggunakan Paired Sample t-test, peningkatan tersebut dinyatakan signifikan dengan nilai p < 0,001, sehingga pelatihan dan pendampingan dinilai efektif dalam meningkatkan kompetensi peserta terkait penerapan Lean Healthcare dan Kaizen.
Direksi RS Islam Surabaya berharap implementasi Kaizen tidak hanya menjadi program jangka pendek, melainkan berkembang menjadi budaya kerja yang diterapkan secara konsisten di seluruh unit pelayanan. Dengan semangat perbaikan berkelanjutan, rumah sakit menargetkan terwujudnya layanan yang semakin cepat, tepat, aman, efisien, dan berorientasi pada kepuasan pasien, sekaligus memperkuat daya saing sebagai institusi pelayanan kesehatan yang modern, profesional, dan terpercaya.
Editor : Mr.Mahmud
