Gelak tawa warga pecah mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gayungan 1 RT 1 RW 1, Surabaya, Sabtu (1/8/2026) malam. Beragam perlombaan digelar untuk memeriahkan perayaan, namun lomba mengambil uang dari tumpukan tepung menjadi atraksi yang paling menyita perhatian karena tingkah polos para balita yang menghibur.
Lomba tersebut diikuti anak-anak berusia 3 hingga 13 tahun. Panitia menyiapkan sejumlah uang yang dibungkus isolasi dan diikat menggunakan karet gelang, kemudian menanamnya di dalam tumpukan tepung yang diletakkan di atas nampan plastik. Para peserta ditantang mengambil uang tersebut hanya dengan bantuan sedotan yang digigit menggunakan mulut tanpa menyentuhnya dengan tangan.
Tantangan yang terlihat sederhana itu ternyata tidak mudah. Banyak peserta kesulitan mengaitkan sedotan ke karet gelang yang tertutup tepung. Beberapa anak bahkan tanpa sengaja meniup tepung hingga beterbangan dan menempel di wajah mereka. Tingkah lucu tersebut langsung memancing gelak tawa warga yang memadati lokasi perlombaan, disertai sorak-sorai dan tepuk tangan yang terus mengiringi setiap peserta.
Suasana semakin meriah ketika sejumlah balita mulai larut dalam keseruan bermain tepung. Mereka saling menaburkan tepung ke badan, mengoleskannya ke wajah teman, hingga menjadikan tumpukan tepung sebagai arena bermain. Saat wadah tepung tumpah ke jalan, anak-anak spontan berebut bermain hingga rambut, pakaian, dan wajah mereka berubah putih dipenuhi tepung. Kepolosan mereka menjadi hiburan tersendiri bagi warga yang menyaksikan.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Razan, bocah laki-laki berusia tiga tahun. Sebelum gilirannya tiba, ia sempat menangis karena tidak sabar ingin mengikuti lomba. Namun begitu namanya dipanggil panitia, tangis itu langsung berubah menjadi senyum. Dengan penuh semangat ia menggigit sedotan dan berusaha mengaitkan gelang yang berisi uang. Meski menjadi peserta termuda, semangat Razan mendapat tepuk tangan meriah dari penonton.
Kemeriahan tidak berhenti setelah lomba selesai. Panitia kemudian mengumpulkan seluruh balita yang wajahnya masih dipenuhi tepung di tengah arena dan memutar musik sebagai penutup acara. Tanpa dikomando, anak-anak itu langsung berjoget dengan gaya masing-masing. Ada yang menggoyangkan seluruh badan, mengangkat kedua tangan, melompat-lompat kecil, hingga berputar sambil tertawa lepas. Wajah mereka yang memutih akibat tepung justru membuat aksi tersebut semakin lucu dan mengundang tawa penonton.
Momen joget bersama itu menjadi puncak kemeriahan perayaan HUT ke-81 RI di Gayungan 1 RT 1 RW 1 Surabaya. Gelak tawa kembali pecah ketika beberapa balita saling menirukan gerakan temannya, sementara yang lain terus menari tanpa peduli tubuh dan wajah mereka masih dipenuhi tepung. Di balik kesederhanaannya, momen tersebut menggambarkan hangatnya kebersamaan warga sekaligus menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan dapat menghadirkan kebahagiaan melalui permainan sederhana yang mempererat rasa kekeluargaan.
Jurnalis : Mr.Mahmud

