PELAKSANAAN PROYEK DRAINASE DI DESA PRAGAAN DAYA DIDUGA ASAL-ASALAN


      SUMENEP||MATAJATIMNEWS.COM

Pelaksanaan proyek drainase di Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, tepatnya di Dusun Blumbang, menuai sorotan warga. Proyek yang disebut-sebut bersumber dari dana Provinsi Jawa Timur tersebut diduga dikerjakan secara asal-asalan dan minim transparansi.

Sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah, setiap program atau proyek yang menggunakan dana negara—terlebih bantuan desa—wajib mencantumkan prasasti atau papan informasi sebagai tanda bahwa pekerjaan telah dilaksanakan dan selesai (finishing). Dalam prasasti tersebut seharusnya tertulis secara jelas besaran anggaran, volume pekerjaan (panjang dan lebar), lokasi, waktu pelaksanaan, serta pihak pelaksana (CV atau Pokmas).

Namun fakta di lapangan menunjukkan hal sebaliknya.pada hari Sabtu tanggal 31 Januari 2006 Hingga proyek drainase tersebut selesai dikerjakan, tidak ditemukan prasasti atau papan informasi yang menjelaskan detail proyek. Akibatnya, masyarakat dibuat bertanya-tanya: berapa anggaran yang digunakan, berapa panjang dan lebar drainase yang dikerjakan, kapan waktu pelaksanaan, serta siapa pihak pelaksana proyek tersebut.

Kondisi ini dinilai sebagai bentuk pelanggaran prinsip transparansi dan akuntabilitas publik, apalagi proyek tersebut menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Saat dikonfirmasi oleh matajatimnews.com, Kepala Desa Pragaan Daya, Imrah, melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa proyek drainase tersebut memang bersumber dari dana provinsi, namun bukan ditangani langsung oleh pemerintah desa.

“Itu program yang didanai provinsi, tapi yang menangani bukan saya. Yang dapat program itu Inol,” ujar Imrah singkat.

Pernyataan tersebut justru menambah tanda tanya di kalangan masyarakat, karena tidak adanya kejelasan struktur pelaksana dan penanggung jawab proyek di tingkat desa.

Berdasarkan hasil pantauan langsung matajatimnews.com, pelaksanaan proyek drainase tersebut diduga kuat dikerjakan secara asal-asalan. Selain tidak dilengkapi prasasti sebagai tanda keabsahan program, di bagian samping drainase tidak terlihat adanya polesan semen (klinyet). Batu bata dan batu gunung tampak masih terbuka dan terlihat jelas, sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait kualitas, kekuatan, dan ketahanan bangunan.

Kondisi tersebut terekam jelas dalam video dokumentasi yang telah diunggah matajatimnews.com sebagai bukti visual di lapangan.

Padahal, pada hakikatnya, program drainase bertujuan untuk kepentingan, kenyamanan, dan keselamatan masyarakat, khususnya dalam mengantisipasi genangan air dan banjir. Oleh karena itu, pelaksanaannya semestinya dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai spesifikasi teknis agar hasilnya layak dan tidak hanya bertahan seumur jagung.

Masyarakat berharap agar instansi terkait, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, segera melakukan evaluasi dan penelusuran terhadap proyek tersebut, guna memastikan penggunaan anggaran negara berjalan sesuai aturan dan benar-benar memberi manfaat bagi warga.

(Jubriono)

Lebih baru Lebih lama