MADURA MATAJATIMNEWS.COM
Sumenep – Hari Raya Idul Fitri selalu menjadi momentum penuh makna bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan. Idul Fitri tidak hanya menjadi hari kemenangan karena berhasil menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momen untuk membersihkan hati, memperkuat kesabaran, serta mempererat tali persaudaraan yang dilandasi rasa tawakkal kepada Allah SWT.
Momentum penuh kebahagiaan tersebut juga dimanfaatkan oleh komunitas keluarga besar Bani Mujib untuk mempererat hubungan kekeluargaan melalui ajang silaturrahim tahunan. Komunitas yang merupakan keturunan dari pasangan Bapak Mujib dan Ibu Mardiyah ini secara rutin menggelar pertemuan keluarga setiap hari kedua Idul Fitri dengan sistem bergiliran dari rumah ke rumah.
Pada tahun ini, kegiatan silaturrahim Bani Mujib dilaksanakan pada tanggal 2 Syawal 1447 Hijriah di kediaman Bapak Tuffaili dan Ibu Zubaidah, yang berlokasi di Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura. Suasana hangat penuh kekeluargaan tampak begitu terasa saat para anggota keluarga berkumpul, saling bersalaman, dan berbagi kebahagiaan di hari yang fitri.
Dalam sambutannya, Bapak Tuffaili yang akrab disapa Juragan Rengginang menyampaikan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar ajang berkumpul biasa, melainkan memiliki makna yang lebih mendalam bagi keluarga besar Bani Mujib.
“Pertemuan yang dalam temanya disebut ajang silaturrahim ini bukan untuk hura-hura atau sekadar pamer pakaian baru. Esensinya adalah agar kita berkumpul bersama untuk menjalin dan mempererat tali persaudaraan, sehingga kita tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah arti persaudaraan. Semoga Bani Mujib tetap jaya,” ujarnya dengan penuh antusias.
Selain saling bersalaman dan bercengkerama antar anggota keluarga, kegiatan tersebut juga diisi dengan agenda religius berupa pembacaan Surat Yasin dan tahlil secara bersama-sama, yang kemudian ditutup dengan doa untuk para sesepuh keluarga serta harapan agar seluruh anggota Bani Mujib diberikan kelancaran dalam menjalani kehidupan.
Ketua Komunitas Bani Mujib, Bapak Junaidi, kepada Matajatimnews.com menjelaskan bahwa komunitas keluarga besar ini telah berdiri sekitar 10 tahun yang lalu atas prakarsa H. Qudsi (Almarhum). Komunitas tersebut dibentuk sebagai wadah untuk mempererat hubungan antar keturunan Bapak Mujib dan Ibu Mardiyah yang tersebar di berbagai daerah.
“Sebenarnya komunitas Bani Mujib ini telah berdiri kurang lebih sepuluh tahun lalu atas prakarsa H. Qudsi (Almarhum). Anggotanya adalah seluruh keturunan Bapak Mujib dan Ibu Mardiyah. Alhamdulillah hingga saat ini tetap berjalan lancar dengan jumlah anggota sekitar 162 orang yang tersebar di Kecamatan Pragaan, Dungkek, Karangduwak Sumenep, Mortaji Pamekasan, Jember Jawa Timur, hingga Salatiga Jawa Tengah,” tuturnya.
Keutuhan komunitas Bani Mujib yang terdiri dari para tetua keluarga, generasi muda hingga anak-anak tetap terjaga hingga saat ini. Hal tersebut tidak lepas dari komitmen kuat para tokoh keluarga yang terus menjaga nilai kebersamaan dan persaudaraan.
Beberapa tokoh yang aktif menjaga eksistensi komunitas tersebut di antaranya Bapak Junaidi, Bapak H. Muzanni, Bapak Fauzi, Saudara Imam, serta Saudara Tuffaili yang dikenal sebagai Juragan Rengginang Lorjuk.
Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, komunitas Bani Mujib berpegang pada prinsip persaudaraan yang kuat, yakni tak lekang karena panas dan tak lapuk karena hujan, sehingga silaturrahim keluarga besar ini diharapkan akan terus berlangsung dari generasi ke generasi.
(Akh Rasyidi)
