SURABAYA – Aksi pencurian dengan modus pura-pura menjadi pembeli kembali terjadi di Surabaya. Kali ini, korbannya adalah warung Madura di Jalan Gayungan I Surabaya. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (1/11/2025) sekitar pukul 16.00 WIB, dan masih terekam jelas dalam ingatan pemilik warung yang menjadi korban.
Menurut keterangan yang dihimpun, tiga pria datang ke warung dengan berpura-pura hendak membeli kebutuhan sehari-hari. Penampilan mereka menyerupai pekerja proyek yang memang biasa berbelanja di warung tersebut, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.
Namun, kedatangan mereka kali ini ternyata memiliki niat jahat. Dua orang pelaku berpura-pura memilih barang sambil mengajak pemilik warung berbincang, sementara satu orang lainnya diam-diam memanfaatkan kelengahan korban untuk mengambil telepon genggam yang berada di dalam etalase.
"Awalnya mereka datang seperti biasa, belanja dan ngobrol. Dua orang terus ngajak istri saya ngobrol, sementara satu lagi bolak-balik lihat etalase. Saya nggak curiga sama sekali. Setelah mereka pergi, baru saya sadar HP Redmi A1 saya hilang,” ujar Reno penjaga warung dengan nada kesal saat ditemui di lokasi, Senin (3/11/2025).
Korban sempat berusaha mencari ketiga orang tersebut, namun keberadaan mereka sudah tidak diketahui. Menurut pengakuan Reno, para pelaku diduga sebagai pekerja proyek yang tengah mengerjakan pembangunan di kawasan tak jauh dari warungnya.
"Mereka biasa beli di sini, katanya kerja di proyek dekat sini. Tapi saya nggak tahu mereka kos di mana. Biasanya setiap pagi dan sore mereka lewat depan warung. Setelah kejadian itu, mereka nggak kelihatan lagi,” tambah penjaga warung.
Aksi pencurian dengan modus pura-pura membeli ini bukan yang pertama di kawasan Surabaya. Dalam beberapa bulan terakhir, polisi mencatat sejumlah laporan serupa yang menimpa warung kelontong dan toko kecil. Para pelaku biasanya beraksi berkelompok dengan pola yang sama, Satu atau dua orang mengalihkan perhatian, sementara satu lainnya mengambil barang berharga seperti ponsel, dompet, atau uang tunai.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap pembeli yang datang berkelompok. Kewaspadaan dan pengawasan kamera CCTV di sekitar lokasi usaha dapat menjadi kunci pencegahan tindak kejahatan serupa.
Jurnalis : MR.MAHMUD
