Palang Terlambat Turun, Tiga Nyawa Melayang di Rel Maut Brambanan


SLEMAN, MATAJATIMNEWS.COM.Suasana di perlintasan sebidang kereta api JPL 320 yang menghubungkan Stasiun Brambanan–Maguwo, tepatnya di Jalan Raya Piyungan–Prambanan, Bokoharjo, Prambanan, mendadak berubah mencekam pada Selasa pagi (4/11/2025).

Sebuah kecelakaan tragis terjadi ketika kereta api melaju kencang menghantam satu mobil dan dua sepeda motor yang tengah melintas di rel.

Dentuman keras disertai suara logam bergemuruh mengguncang kawasan padat aktivitas pagi itu. Dalam hitungan detik, tiga pengendara motor tewas di tempat — dua di antaranya merupakan pasangan suami istri muda, dan satu korban lainnya belum diketahui identitasnya.

Sementara itu, empat orang di dalam mobil — pasangan suami istri beserta dua balita — selamat, meski mengalami luka serius. Mereka segera dievakuasi ke dua rumah sakit berbeda untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Korban meninggal sudah dibawa ke forensik RS Bhayangkara. Sedangkan pengemudi mobil dan istrinya dirawat di Bhayangkara, dua balita dirawat di RS Islam PDHI,”
ujar Kapolsek Prambanan, Kompol Dede Setiyarto Harsoyo, kepada wartawan di lokasi kejadian.

Menurutnya, pengemudi mobil mengalami luka di kepala dan lecet di beberapa bagian tubuh, sementara sang istri mengalami luka berat di kepala serta patah tulang akibat benturan keras.

Diduga Palang Pintu Telat Menutup

Penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki oleh Unit Gakkum Satlantas Polresta Sleman bersama PT KAI Daop VI Yogyakarta. Namun, dari keterangan sejumlah saksi, muncul dugaan kuat bahwa palang pintu perlintasan terlambat menutup.

“Kami masih dalami apakah posisi palang sudah menutup atau belum saat kejadian,”
jelas Kompol Dede.

Seorang saksi mata, Zidan (20), pegawai toko di dekat lokasi, mengaku sempat mendengar klakson panjang dari kereta sebelum palang pintu bergerak turun.

“Suara klakson sudah lama, baru palang mulai bunyi. Begitu saya keluar, sudah tabrakan... mobil sama dua motor diseret kereta,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Tragedi di Rel Brambanan: Luka, Duka, dan Tanggung Jawab

Evakuasi korban berlangsung dramatis. Tim medis, kepolisian, dan petugas KAI bekerja cepat mengevakuasi korban di tengah kerumunan warga yang masih shock menyaksikan puing-puing kendaraan berserakan di sepanjang rel.

Jalur Brambanan–Maguwo sempat ditutup selama proses olah TKP. Sementara itu, pihak kepolisian berjanji akan melakukan audit teknis terhadap sistem palang pintu otomatis dan memeriksa petugas jaga di lokasi kejadian.

Kecelakaan di rel Brambanan ini menambah daftar panjang tragedi di perlintasan sebidang yang menelan korban jiwa akibat lemahnya sistem pengamanan.

Redaksi MataJatimNews.com turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya para korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan tragedi ini menjadi momentum bagi semua pihak untuk memperbaiki sistem keselamatan di perlintasan kereta api.

Penulis muksan 

Lebih baru Lebih lama