MATAJATIMNEWS.COM||SURABAYA
Peringatan Hari Ibu yang jatuh setiap 22 Desember tahun ini menjadi momen yang penuh haru dan refleksi mendalam bagi Mahmud. Di tengah kondisi sang ibu tercinta, Mulyani, yang saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit akibat sakit yang dideritanya, Hari Ibu terasa lebih sunyi namun sarat makna.
Bagi Mahmud, Hari Ibu bukan sekadar perayaan seremonial. Ia menjadi ruang batin untuk mengenang seluruh pengorbanan, cinta, dan doa seorang ibu yang telah mengiringi setiap langkah hidupnya sejak kecil hingga dewasa. Di tengah keterbatasan dan kondisi kesehatan sang ibu, Mahmud menyampaikan ucapan Selamat Hari Ibu dengan penuh rasa syukur dan harap.
"Ibu adalah segalanya dalam hidup saya. Tidak ada kata yang bisa menggambarkan betapa besar cinta dan pengorbanan beliau. Di saat ibu sedang sakit seperti sekarang, saya hanya bisa banyak berdoa agar Allah memberikan kesembuhan dan kekuatan untuk beliau,” ujar Mahmud.
Mulyani, yang kini berusia 77 tahun, dikenal sebagai sosok ibu yang tangguh, penuh kesabaran, dan tak pernah lelah mengutamakan kebahagiaan anak-anaknya. Sepanjang hidupnya, ia telah melalui berbagai ujian dengan keteguhan hati, sering kali mengesampingkan rasa lelah dan kepentingan pribadi demi memastikan keluarganya tetap utuh dan bahagia.
Menurut Mahmud, kasih sayang seorang ibu tidak selalu tampak dalam pelukan atau kata-kata manis. Banyak di antaranya hadir dalam bentuk pengorbanan yang dilakukan secara diam-diam, air mata yang disembunyikan, serta doa-doa panjang yang tak pernah putus, bahkan saat sang ibu sendiri berada dalam kondisi sulit.
"Saya tumbuh dengan doa ibu. Saat saya jatuh, ibu yang menguatkan. Saat saya berhasil, ibu yang paling bahagia. Sekarang giliran saya yang hanya ingin ibu sehat dan tersenyum kembali,” ungkapnya.
Kehadiran Mulyani bagi keluarga menjadi anugerah yang tak ternilai. Nilai-nilai kesederhanaan, ketulusan, dan cinta tanpa syarat yang ia tanamkan sejak lama kini menjadi pegangan hidup Mahmud. Sosoknya tak tergantikan, bukan hanya sebagai ibu, tetapi juga sebagai teladan kehidupan.
Di Hari Ibu ini, Mahmud memanjatkan doa tulus agar sang ibu diberikan kesembuhan, ketenangan batin, serta kekuatan dalam menjalani masa perawatan. Ia berharap ibunya selalu berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dan dikelilingi kasih sayang keluarga.
"Tidak ada hadiah yang lebih indah selain melihat ibu sehat kembali. Selamat Hari Ibu, Bu. Terima kasih atas cinta yang tak pernah habis. Saya mencintaimu,” tutup Mahmud.
Hari Ibu kembali mengingatkan bahwa sebesar apa pun pencapaian seorang anak, semuanya berawal dari doa dan perjuangan seorang ibu. Bagi Mahmud, cinta kepada Mulyani bukan hanya dirayakan satu hari dalam setahun, melainkan hidup dalam doa setiap hari, terlebih di saat sang ibu tengah berjuang melawan sakitnya.
(Redaksi)
