VALEN, SOSOK REMAJA PENUH TALENTA MELEJIT BERSAMA MUSIK DANGDUT


         SUMENEP | MATAJATIMNEWS.COM 

Achmad Valen Akbar, yang akrab disapa Valen, remaja asal Pamekasan, Madura, kini menjelma menjadi salah satu ikon muda berbakat yang berhasil mencuri perhatian publik nasional melalui ajang Dangdut Academy (D.A) 7 Indosiar. Sosok multi talenta ini tidak hanya mengharumkan nama dirinya sendiri, tetapi juga membawa kebanggaan besar bagi masyarakat Madura, mulai dari kalangan anak muda hingga para orang tua, yang secara serempak memberikan apresiasi dan acungan jempol atas pencapaiannya.

Perjalanan Valen dalam meniti karier di panggung nasional bukanlah proses instan. Ia harus melalui berbagai tahapan seleksi, uji mental, serta pembinaan ketat yang menuntut konsistensi, kesabaran, dan keteguhan hati. Selama proses tersebut, Valen tetap mempertahankan karakter bawaan sejak kecil—santun, sopan, rendah hati, dan beradab—sebuah nilai luhur yang justru menjadi pembeda dan kekuatan utamanya.

Keberhasilan Valen menjadi bukti nyata bahwa bakat yang diasah dengan kerja keras dan adab yang baik mampu mengantarkan seseorang pada prestasi gemilang. Ia tak hanya menjadi inspirasi bagi remaja seusianya, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan mendalam bagi orang tua, keluarga besar, dan masyarakat Madura secara luas.

Namun, di balik kesuksesan tersebut, terdapat sosok penting yang berperan besar, yakni Haji Her, pengusaha tembakau sukses asal Pamekasan. Dengan keikhlasan dan ketulusan, tanpa tendensi apa pun, Haji Her memberikan dukungan penuh, baik secara moril maupun materiil. Bahkan disebutkan, ratusan juta rupiah telah dikucurkan demi mengawal perjuangan Valen, disertai pengorbanan tenaga, waktu, dan kesempatan demi mendukung kemenangan sang anak bangsa.

Dari sekian banyak pengorbanan yang diberikan, harapan Haji Her sesungguhnya sederhana namun bermakna besar: membangkitkan potensi dan talenta remaja Madura agar berani bermimpi dan berprestasi, apa pun bidangnya—baik seni, olahraga, sains, maupun bakat lainnya. Sebuah prinsip hidup yang sarat makna pun tersirat: “Jika ingin rumput, tanamlah padi; maka rumput dan padi akan tumbuh bersama.” Artinya, jika ingin hidup menjadi sempurna, berbagi dengan sesama adalah kuncinya.

Selain Haji Her, dukungan juga datang dari para donatur lain serta seluruh masyarakat Madura yang bersatu dalam doa, tenaga, dan semangat. Momentum kebersamaan ini menjadi kekuatan besar dalam mengiringi langkah Valen. Meski demikian, sempat muncul kekecewaan di kalangan pendukung akibat isu akun siluman atau dugaan kecurangan dalam ajang tersebut.

Menanggapi hal itu, salah satu pendukung Valen kepada Matajatimnews.com menyampaikan,

“Madura tidak akan pernah berkecil hati. Perhelatan sesungguhnya bukan soal persentase kemenangan, melainkan sejauh mana Valen mampu membangun dan mempertahankan talentanya di dunia tarik suara. Bagaimana ia terus berkembang, menjaga jati diri, dan menjadi kebanggaan, bukan hanya bagi Indonesia, tetapi juga dunia.”

Fakta di lapangan membuktikan dukungan tersebut bukan sekadar euforia sesaat. Dua kali konser amal yang digelar di Madura—masing-masing di Pamekasan dan Sumenep—berhasil menyedot lautan massa. Stadion penuh sesak, tidak hanya oleh warga Madura, tetapi juga penonton dari luar pulau. Hal ini menjadi bukti konkret bahwa Valen bukan hanya bersinar di panggung kompetisi, tetapi juga di dunia nyata sebagai entertainer sejati.

Pada konser amal yang digelar di Gedung Olahraga A. Yani Sumenep, 2 Januari 2026, Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya terhadap Valen.

“Saya bangga kepada Valen. Walaupun bukan orang Sumenep, tetapi ia telah membawa nama harum Madura,” ujarnya.

Kebanggaan tersebut bukan tanpa alasan. Selain memiliki suara merdu, Valen dikenal mahir memainkan berbagai alat musik, mampu melantunkan qira’ah dan shalawat, serta—yang paling mengesankan—tetap konsisten menjaga adab ketimuran. Sopan, santun, menghormati orang tua, guru, dan keluarga menjadi modal hidup yang sangat berharga dalam perjalanan kariernya.

Sebagai penutup, Matajatimnews.com menyampaikan harapan kepada seluruh peserta D.A 7 Indosiar maupun generasi muda lainnya yang belum meraih hasil maksimal agar tidak patah semangat. Ladang kesempatan masih terbentang luas. Pada hakikatnya, kekalahan bukanlah akhir, melainkan kemenangan yang tertunda. Dengan usaha keras, ketekunan, dan keyakinan, kesuksesan akan datang pada waktunya.

(Drs. Akh. Rasyidi)

Lebih baru Lebih lama