Pos Pengamanan PT Kristalin di Lagari Diserang, 2 Personel TNI Gugur dan 4 Senpi Dirampas


  NABIRE, PAPUA –MATAJTIMNEWS.COM

Serangan bersenjata terjadi di Pos TNI yang bertugas mengamankan area PT Kristalin di wilayah Lagari, Kabupaten Nabire, Papua, pada Minggu sore. Informasi awal yang diterima menyebutkan bahwa penyerangan diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata yang dikaitkan dengan nama Aibon Kogoya.

Dalam insiden tersebut, dua personel TNI dilaporkan gugur setelah pos pengamanan diserang dan dibakar. Selain itu, empat pucuk senjata api laras panjang milik aparat disebut-sebut berhasil dirampas dan dibawa kabur oleh pelaku.

Berdasarkan informasi awal dari sumber di lapangan, serangan terjadi secara tiba-tiba saat personel tengah menjalankan tugas pengamanan di sekitar area perusahaan. Kelompok bersenjata diduga datang dalam jumlah tertentu dan langsung melakukan penyerangan ke arah pos pada hari Minggu tanggal 22 februari 2026.

Situasi sempat memanas karena selain menimbulkan korban jiwa, pos pengamanan dilaporkan mengalami kerusakan akibat dibakar. Aparat yang berada di lokasi berupaya melakukan perlawanan sembari menunggu bantuan tambahan.

Tak lama setelah kejadian, pasukan dari Korps Brigade Mobil (Brimob) dikerahkan untuk melakukan pengamanan dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Berkat respons cepat tersebut, situasi di wilayah Lagari dilaporkan berhasil dikendalikan.

Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan dari TNI dan Polri masih melakukan pengejaran terhadap kelompok yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pengamanan di sekitar objek vital dan area perusahaan juga diperketat untuk mencegah potensi gangguan lanjutan.

Pihak berwenang menyatakan tengah melakukan penyelidikan intensif untuk memastikan kronologi lengkap kejadian serta memburu pelaku yang terlibat. Serangan terhadap aparat keamanan dan perampasan senjata menjadi perhatian serius karena berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Aparat memastikan langkah-langkah pengamanan terus ditingkatkan demi menjaga situasi tetap kondusif.

Perkembangan lebih lanjut terkait jumlah pasti korban, identitas personel, serta langkah penegakan hukum akan disampaikan setelah ada keterangan resmi dari pihak terkait.

Red 

Lebih baru Lebih lama