Gercep! Kurang dari 6 Jam, Satreskrim Polres Mojokerto Bekuk Pelaku Pembunuhan Sadis di Puri


    MOJOKERTO –MATAJATIMNEWS.COM

Gerak cepat (gercep) ditunjukkan jajaran Satreskrim Polres Kabupaten Mojokerto. Dalam waktu kurang dari enam jam, pelaku pembunuhan yang menggegerkan wilayah Puri berhasil diamankan oleh Tim Resmob Jatanras.

Pelaku diketahui bernama Satu’an (40), yang sempat melarikan diri usai kejadian. Ia kabur ke rumah saudaranya di Lamongan, kemudian berpindah lokasi ke kawasan Asemrowo, tempat ia bekerja. Namun pelariannya tak berlangsung lama. Petugas berhasil meringkus tersangka pada pukul 15.30 WIB dan langsung membawanya ke Mapolres Kabupaten Mojokerto untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan tersangka, peristiwa bermula dari cekcok rumah tangga yang terjadi melalui pesan WhatsApp. Tersangka mengaku emosi setelah melihat unggahan status istrinya yang dianggap bermesraan dengan pria lain.

“Saya datang untuk menyelesaikan masalah, tapi karena cemburu dan sakit hati, terjadi pertengkaran hebat,” ungkap tersangka saat diperiksa.

Pertengkaran tersebut berujung pada tindakan kekerasan. Dalam kondisi emosi yang tidak terkendali, tersangka melakukan penganiayaan terhadap istrinya. Situasi semakin tragis ketika ibu mertua korban datang ke lokasi dan berusaha melerai, namun justru ikut menjadi korban dalam insiden tersebut.

Akibat kejadian ini, istri tersangka mengalami luka serius dan hingga kini masih dalam kondisi koma, menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek.

Sementara itu, ibu mertua tersangka dinyatakan meninggal dunia dan telah dibawa ke rumah sakit yang sama untuk proses autopsi sebelum diserahkan ke pihak keluarga.

Keluarga korban menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat memberikan hukuman setimpal kepada tersangka sesuai dengan perbuatannya dan ketentuan hukum yang berlaku.

Saat ini, tersangka telah diamankan di Polres Kabupaten Mojokerto guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami motif serta mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk melengkapi berkas perkara.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik rumah tangga yang tidak diselesaikan dengan kepala dingin dapat berujung pada tragedi serius. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk mengedepankan komunikasi dan mencari solusi damai dalam setiap permasalahan keluarga.

Red

Lebih baru Lebih lama