SURABAYA MATAJATIMNEWS.COM
Berbagai jenis sampah tampak berada di lokasi tersebut, di antaranya plastik, kertas, karung, sabut kelapa, serta limbah kering lainnya. Keberadaan sampah itu dinilai mengganggu kebersihan dan estetika lingkungan sekitar.
Merespons kondisi tersebut, Lurah Gayungan, M. Afrizal, S.Sos., didampingi asistennya, Minto, pada Sabtu (21/2/2026) siang turun langsung ke lokasi untuk melakukan kegiatan bersih-bersih. Pembersihan dilakukan di sepanjang gapura hingga mendekati depo sampah yang berada di depan area makam.
Menurut keterangan warga, sampah kering diduga dari depo tersebut kerap terbawa angin hingga ke badan jalan. Kondisi itu membuat petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya harus melakukan pembersihan kembali setiap pagi.
“Setiap hari dibersihkan, tapi kembali kotor oleh sampah yang terbawa angin, kasihan petugas dari DLH yang harus membersihkan jalan raya sejak pagi karena sampah yang terbawa angin dari area sekitar Gayungan 1,” ujar salah seorang warga.
Warga juga menyampaikan bahwa persoalan ini telah dilaporkan kepada Ketua RT dan RW setempat. Bahkan sempat ada rencana penempatan petugas kebersihan khusus untuk menangani sampah di sepanjang Gapura Gayungan 1 hingga sebelum depo sampah, meski hingga kini realisasinya masih dalam pembahasan.
Masyarakat berharap adanya langkah penanganan yang berkelanjutan agar lingkungan kembali bersih dan nyaman. Selain berdampak pada keindahan kawasan, keberadaan sampah juga dikhawatirkan dapat memicu tersumbatnya saluran air saat hujan turun.
Jurnalis: Mr. M


