Sambut Sura Agung 2026, Polres Gresik Gaungkan Persaudaraan dan Tolak Aksi Konvoi yang Berpotensi Ganggu Kamtibmas


        GRESIK – MATAJATIMNEWS COM

Menjelang peringatan tradisi Sura Agung yang menjadi agenda tahunan sejumlah perguruan pencak silat, jajaran Polres Gresik terus memperkuat langkah preventif guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui dialog interaktif yang diselenggarakan oleh Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Gresik melalui siaran radio lokal, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi media komunikasi langsung antara kepolisian dan masyarakat dalam menyampaikan pesan-pesan penting terkait keamanan selama pelaksanaan Sura Agung.

Dengan mengangkat slogan "Sura Agung Aman, Ayo Jaga Gresik", Polres Gresik mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya anggota perguruan pencak silat, untuk bersama-sama menciptakan suasana yang damai, tertib, dan penuh rasa persaudaraan.

Kasat Binmas Polres Gresik, Iptu M. Nur Setyabudi, menegaskan bahwa Sura Agung seharusnya menjadi momentum mempererat tali silaturahmi, bukan ajang yang memunculkan gesekan maupun konflik antar kelompok.

Menurutnya, seluruh pihak memiliki tanggung jawab menjaga nama baik Kabupaten Gresik sebagai daerah yang dikenal aman, religius, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Polres Gresik menyampaikan sejumlah imbauan kepada masyarakat. Di antaranya menghindari tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum, tidak melakukan konvoi atau arak-arakan yang berpotensi menimbulkan kemacetan maupun gangguan lalu lintas, serta tidak membawa senjata tajam dan benda berbahaya lainnya.

Selain itu, para peserta kegiatan Sura Agung juga diminta untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan menuju lokasi kegiatan maupun saat kembali ke daerah masing-masing.

Tidak hanya fokus pada keamanan di lapangan, kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya, ujaran kebencian, maupun konten provokatif dinilai dapat memicu kesalahpahaman yang berujung pada gangguan kamtibmas.

Polres Gresik juga membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk melaporkan setiap potensi gangguan keamanan melalui layanan darurat Hotline 110 maupun kanal pengaduan masyarakat "Cak Rama" yang telah disediakan.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Sura Agung sebagai momentum memperkuat persatuan dan persaudaraan. Mari bersama-sama menjaga keamanan, menghormati perbedaan, dan menciptakan suasana yang sejuk demi Gresik yang aman dan kondusif," ujar Iptu M. Nur Setyabudi.

Melalui pendekatan edukatif dan komunikasi yang intensif, Polres Gresik berharap pelaksanaan Sura Agung 2026 dapat berlangsung lancar, aman, serta menjadi contoh nyata bagaimana tradisi budaya dapat berjalan berdampingan dengan ketertiban dan kedamaian masyarakat.

Red

Lebih baru Lebih lama