SURABAYA – Mengantisipasi meningkatnya curah hujan di wilayah Kota Surabaya, Satgas Kebersihan Kecamatan Gayungan turun langsung melakukan normalisasi saluran air di kawasan Jl. Gayungan 1, Senin pagi (24/11/2025). Kegiatan ini dipimpin oleh Agus selaku koordinator lapangan, menyasar salah satu titik rawan genangan yang kerap dikeluhkan warga saat musim penghujan.
Sejak pagi, petugas mulai menyusuri saluran utama di sisi jalan, terutama area yang paling sering mengalami penyumbatan. Pengerjaan difokuskan pada pengangkatan sedimen lumpur, sampah rumah tangga, plastik, ranting pohon, Styrofoam, hingga material bangunan seperti potongan hebel yang menumpuk dan mempersempit aliran air. Petugas menyebutkan, endapan yang mengeras selama berbulan-bulan menjadi pemicu utama melambatnya aliran air sehingga memicu luapan ketika hujan deras turun.
Pembersihan dilakukan dari area Gapura Gayungan 1 hingga mendekati depo sampah. Dengan peralatan manual seperti cangkul, serok besi, dan kait panjang, petugas harus bekerja ekstra karena sebagian besar dasar selokan telah tertutup endapan hingga setengah tinggi dinding saluran. Sampah yang diangkat didominasi material rumah tangga yang semestinya dibuang ke tempat pembuangan resmi.
Dalam pelaksanaannya, Satgas Kebersihan mendapat dukungan tokoh lingkungan. Ketua RW setempat, Mudjianto, turut memantau proses di lapangan. Sejumlah warga seperti So dan Dullah juga ikut membantu. Keterlibatan masyarakat ini menjadi bukti meningkatnya kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Dari total sekitar 15 meter selokan yang berhasil dinormalisasi pada tahap awal, diperkirakan satu pickup penuh sampah berhasil diangkat. Padahal, panjang total saluran yang harus dibersihkan mencapai hampir 100 meter. Karena itu, kegiatan akan diteruskan secara bertahap agar seluruh jalur air dapat kembali berfungsi optimal.
Selain untuk mencegah genangan, normalisasi saluran juga penting bagi kesehatan warga. Selokan yang tersumbat air kotor dapat menjadi tempat berkembangnya nyamuk dan serangga penyebab penyakit seperti demam berdarah atau infeksi kulit. Aliran air yang lancar dan lingkungan yang bersih menjadi kunci terciptanya kawasan hunian yang sehat.
Sejak beberapa tahun terakhir, Jl. Gayungan 1 memang dikenal sebagai titik langganan genangan. Saat hujan lebat, ketinggian air diperkirakan mencapai 30 hingga 50 sentimeter, terutama di sekitar gapura hingga area depo sampah. Selain menghambat aktivitas warga, genangan yang sulit surut nantinya bisa mempercepat kerusakan badan jalan.
Melalui kegiatan rutin seperti ini, Satgas Kebersihan Kecamatan Gayungan optimistis dapat menekan potensi banjir sekaligus meningkatkan kenyamanan warga. Masyarakat pun berharap program serupa dilakukan secara berkala, terlebih menjelang puncak musim hujan.
JURNALIS : MR.M

