Tak ada hasil yang ditemukan

    Ratusan Sopir Truk Gelar Aksi di Surabaya, GSJT Sampaikan 7 Tuntutan


        SURABAYA –MATAJATIMNEWS.COM

    Ratusan sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) menggelar aksi unjuk rasa di Surabaya, Rabu (30/9/2026).

    Aksi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 30 September hingga 2 Oktober 2026.

    Massa aksi sebelumnya berkumpul di kawasan Pasar Puspa Agro, Sidoarjo, sebelum bergerak menuju sejumlah titik di Surabaya. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran aksi adalah Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur di Jalan Ahmad Yani.

    Dalam aksi tersebut, GSJT menyampaikan tujuh tuntutan kepada pemerintah dan sejumlah pihak terkait.

    Tuntutan pertama adalah meminta penghapusan barcode untuk pembelian BBM bersubsidi. Selain itu, GSJT meminta Pemprov Jawa Timur menindaklanjuti janji terkait pembiayaan penyesuaian dimensi kendaraan anggota mereka.

    GSJT juga menagih komitmen Jasa Marga terkait pembiayaan penyesuaian dimensi untuk 100 kendaraan anggota.

    Tuntutan lainnya berkaitan dengan kendaraan over dimension over load (ODOL). GSJT meminta agar kendaraan dengan muatan berlebih tidak dilarang naik kapal.

    Mereka juga meminta perhatian pemerintah terhadap persoalan kemacetan di Pelabuhan Ketapang.

    Dua tuntutan lainnya berkaitan dengan korban kecelakaan kapal. GSJT meminta adanya beasiswa bagi anak korban kecelakaan kapal serta revisi PMK Nomor 16/PMK.010/2017 terkait besaran santunan korban kecelakaan.

    Selain Dishub Jatim, aksi juga menyasar Pertamina MOR V Jabalinus, Jasa Raharja, dan Kantor Gubernur Jawa Timur.

    Aksi massa sempat berdampak pada arus lalu lintas di kawasan frontage Jalan Ahmad Yani. Para peserta aksi juga membentangkan bendera sepanjang sekitar 1.000 meter saat bergerak menuju lokasi.

    Puluhan personel kepolisian dan TNI disiagakan untuk mengamankan jalannya aksi sekaligus membantu mengatur lalu lintas.

    Untuk mengurangi kepadatan, arus kendaraan yang menuju Kota Surabaya dialihkan melalui Jalan Ahmad Yani bentang tengah.

    Dalam aksinya, GSJT membawa slogan, Diam Tertindas atau Bangkit Melawan, Maju Lawan Menang.” Slogan tersebut menjadi bagian dari penyampaian aspirasi para sopir terkait sejumlah persoalan yang mereka hadapi.

    (Mr.M)

    Lebih baru Lebih lama

    نموذج الاتصال