SURABAYA: MATAJATIMNEWS COM
Kecemasan masih menyelimuti keluarga Mochamad Cholis (52), warga Keputih Timur Pompa Air 26, Surabaya, setelah Kapal Virgo Transport 8 rute Surabaya–Banjarmasin dilaporkan mengalami musibah di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).
Nama Mochamad Cholis diketahui tercantum dalam tiket perjalanan Kapal Virgo Transport 8. Dalam dokumen yang diperlihatkan pihak keluarga, Cholis tercatat sebagai penumpang/sopir laki-laki. Tiket tersebut juga mencantumkan nama kapal serta rute perjalanan Surabaya–Banjarmasin.
Dokumen tiket itu kini menjadi salah satu bukti yang dipegang keluarga untuk memastikan bahwa Cholis memang melakukan perjalanan menggunakan kapal yang mengalami musibah tersebut.
Selain tiket, keluarga sebelumnya juga menerima foto manifes kendaraan. Dalam dokumen tersebut tercantum nama “M. CHOIRIS” pada nomor 30. Keluarga menduga nama tersebut merujuk kepada Mochamad Cholis.
Saat ditemui di Pelindo Surabaya, Randy (21) bersama ibunya, Yuni Wahyuningsih (46), mendatangi Posko Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Keduanya datang untuk menunggu informasi terbaru mengenai keberadaan Cholis.
Suasana haru tampak menyelimuti keluarga. Yuni Wahyuningsih terlihat beberapa kali berkaca-kaca saat menunggu kabar mengenai kondisi sang suami. Kekhawatiran terlihat jelas dari raut wajahnya, terlebih hingga saat itu keluarga belum mendapatkan kepastian mengenai keberadaan Cholis.
Randy juga masih mengingat kondisi sang ayah sebelum keberangkatan. Menurutnya, saat Cholis hendak berangkat pada Sabtu (12/9/2026), wajah ayahnya terlihat lebih pucat dibandingkan biasanya.
Ada pula percakapan sederhana yang hingga kini terus teringat oleh Randy. Sebelum berangkat, Cholis sempat menanyakan kondisi pekerjaan ibu Randy.
“Waktu mau berangkat, bapak sempat tanya kondisi pekerjaan ibu,” ujar Randy, mengenang percakapan terakhir bersama ayahnya.
Randy mengaku tidak menyangka percakapan singkat tersebut kemudian menjadi kenangan yang begitu membekas setelah keluarga mendapat kabar mengenai musibah Kapal Virgo Transport 8.
Sementara itu,Yuni Wahyuningsih berharap suaminya segera ditemukan dalam kondisi selamat. Meski diliputi kecemasan, Yuni mengaku keluarga siap menerima apa pun yang menjadi kehendak Tuhan.
“Saya berharap suami saya bisa ditemukan dengan selamat. Bila nantinya Tuhan berkehendak lain, kami keluarga akan ikhlas menerima,” ujar dengan mata berkaca-kaca.
Hingga berita ini ditulis, keluarga mengaku belum memperoleh konfirmasi resmi mengenai kondisi maupun keberadaan Mochamad Cholis pascakejadian tersebut.
Keluarga Yuni Wahyuningsih masih menunggu informasi dari pihak berwenang dan berharap proses pencarian serta pertolongan terhadap para penumpang dan awak kapal dapat segera memberikan kepastian mengenai keberadaan Cholis.
Jurnalis : Mr. Mahmud

